12
Des
18

Anak-anak Asyik Bermain Peran

Kalau di luar sedang hujan, terpaksa kakak dan teteh bermain di rumah. Saat bosan dengan mainannya, si kembar selalu punya cara untuk menciptakan permainan seru. Seringkali ibu memergoki mereka sedang bermain peran. Terkadang mereka menjadi rekan, terkadang menjadi ibu dan anak, menjadi penjual dan pembeli, atau bahkan menjadi monster dan penyelamat. Dalam permainan ini imajinasi mereka terasah, mereka berkomunikasi saling mendengarkan, juga gerak kinestetiknya terstimulus (saling kejar, loncat-loncat, dll). Gaya belajar mereka kali ini mencakup visual-auditori-kinestetik.

 

Disaat-saat seperti itulah ibu bisa selonjoran agak lama terkadang sambil ngopi, menulis, baca buku dan sesekali mengecek beberapa pesan di smart phone dengan tenang, hehe.

 

Usia mereka semakin bertambah, mereka pun memberikan porsi ‘me time’ yang lebih dari hari ke hari untukku ibunya, terimakasih nak… i love youuu both!

 

#harike10

#tantangan10hari

#gamelevel4

#gayabelajaranak

#kuliahBunSayIIP

Iklan
12
Des
18

Antusiasme Anak-anak : Buku Baru Semangat Baru

Hari ini kakak dan teteh mendapatkan kabar yang menggembirakan. Adalah kedatangan pak kurir membawa paket buku yang ditunggu-tunggu. Mereka lari berhamburan menyambut kedatangan bapak kurir dibarengi sang ibu. Anak-anak mulai membuka bungkus paket buku tersebut dengan ekspresi yang paling ibu sukai, berbinar-binar. Tapi bukan hanya anak-anak yang tak sabar ingin membukanya, ibu juga sebenarnya sudah sangat penasaran sekaligus bahagia lho, hehehe.

 

Paket buku ini berisi 10 buku cerita berbahasa inggris, kisahnya sangat sederhana namun sarat makna, visualnya sangat menarik dan keren… membuat anak-anak  (dan ibunya, hehe) betah membolak balik lembar demi lembar setiap halaman buku-buku. Satu demi satu kami baca bersama, seperti biasa anak-anak minta dibacakan kisahnya, lalu biasanya setelahnya mereka bisa membacanya sendiri dengan menambahkan imajinasi mereka  masing-masing. Kali ini gaya belajar kakak dan teteh ‘visual-auditori’ (melihat dan mendengarkan). Barakallah nak, semoga semakin mencintai buku, mencintai dunia literasi… aamiin.

 

Auditori : (v)

Visual : (v)

Kinestetik : (-)

 

#harike9

#tantangan10hari

#gamelevel4

#gayabelajaranak

#kuliahBunSayIIP

12
Des
18

Membuat Doh (lagi), Kali Ini Bersama Teman-teman

Pagi-pagi sekali kala cuaca masih sangat bersahabat, tak seperti biasanya teteh dan kakak sudah dikunjungi oleh teman-temannya (karena sekolah sudah mulai libur). Kakak dan teteh langsung menagih janji ibu untuk mendampingi mereka dan teman-temannya membuat adonan ‘doh’ (malam). “Ibu, ayo cepet kita siapin bahan-bahannya, kita kan udah janji mau bikin doh sama temen-temen aku”. Sejurus kemudian ibu segera ke dapur untuk memeriksa bahan-bahan yang kami perlukan. Garam ready, terigu cukup, air dan minyak ada, artinya kita siap nak…

 

Teteh dan kakak masing-masing mengambil wadah plastik, mereka mengambil wadah lebih untuk temannya. Mereka mulai tak sabar ketika semua alat bahan mulai lengkap tersusun di teras rumah di atas tikar plastik. “Ayoo bu, aku mau warna pink”, “aku warna hijauuu”, satu persatu mereka saling bersahutan. Meski tampak tidak sabaran, tapi mereka mendengar intruksi ibunya dan terlihat berusaha untuk bersabar. “Karena kalau tidak sabar biasanya tidak berhasil, kalau mau bagus hasilnya kita harus sabar yaa…”, kata ibu sambil menasehati diri sendiri, hehehe.

 

Adonan mulai dicampurkan, terigu 250gr, garam 125gr, kemudian perlahan dituangkan minyak 50ml dan terakhir tambahkan air 100ml, aduk merata hingga kalis, jika lengket tambahkan terigu sedikit demi sedikit hingga adonan terasa sempurna. Setelahnya adonan doh dibagi menjadi beberapa bagian lalu dibubuhkan pewarna makanan sesuai keinginan.

 

Alhamdulillah we did it! Kakak, teteh dan teman-temannya sangat antusias untuk memulai permainan. Mulai dari mencetaknya, memotong, menggulung adonan, dll. Sebelumnya teteh dan kakak pernah membuat doh, tapi kali ini berbeda karena membuatnya bersama-sama teman. Kebahagiaan mereka bertambah.

 

Auditori : (v)

Visual : (v)

Kinestetik : (-)

 

#harike8

#tantangan10hari

#gamelevel4

#gayabelajaranak

#kuliahBunSayIIP

10
Des
18

Bermain Sambil Belajar : Menggunting, Menempel dan Menghias

Seorang ibu harus memiliki banyak ide bermain untuk anak-anaknya agar sang anak tidak cepat jenuh dan tetap ceria. Tentu baiknya berupa ide bermain yang tak hanya main tetapi diselipkan suatu pembelajaran, ini yang membuat semua ibu mesti berpikir lebih keras memikirkan permainan yang tak hanya sekadar main. Sebuah tantangan untuk menemani anak bermain sambil belajar.

 

WhatsApp Image 2018-12-10 at 10.25.34

Kali ini, ibu sebenarnya sedang kehabisan ide, tapi tiba-tib ada secercah pencerahan untuk melakukan kegiatan menggunting, menempel dan menghias kertas dengan anak-anak. Kebetulan kami belum membeli kertas warna-warni, akhirnya ibu memanfaatkan jilid buku tulis telah usang berwarna dominan biru. Teteh dan kakak tentu saja selalu bersemangat dengan hal baru. Mereka mulai menggunting kertas-kertas itu, menempel, mewarnai dan menghias.

 

Setelahnya , hasil dari karya kami ditempel di dinding kreasi kamar teteh dan kakak. Sepulangnya ayah dari kantor, dua gadis kecil ini menarik tangan ayah dengan riang dan sangat antusias, mengajaknya ke kamar untuk segera melihat sesuatu yang baru tertempel di dinding kreasi. “Lihat ayah, hari ini kita bikin ini, bagus kan?”, ayah yang tampak lelah pun terlihat sangat terhibur dengan aksi spontan dua puteri kecilnya itu. Barakallah nak, besok kita main apa lagi ya?

 

*ceklis pengamatan gaya belajar anak :

auditori : (v)

visual : (v)

kinestetik : (-)

 

#harike7

#Tantangan10hari

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

09
Des
18

Melatih Keberanian Anak dengan Mengikuti Pentas Seni

Dua balita kami kini memiliki lebih banyak teman dari sebelumnya. Usinya sudah menginjak 4 tahun 7 bulan. Kebutuhan mainnya sudah bertambah porsi, kebutuhan makanan dan asupan gizinya pun mulai meningkat, sedangkan kebutuhan tidurnya mulai berkurang. Dua gadis kecil ini memiliki banyak waktu dan banyak cara untuk bermain, apapun yang ada di sekelilingnya mereka mampu menjadikannya sebuah ermainan. Misalnya saat ibu memotong bahan-bahan capcay untuk dimasak, kakak membantu memasukkan irisan sayuran mentah kedalam wadah sambil bergumam sendiri “ayoo buncis ikuti wortel, kita main bersama-sama brokoli, tunggu sosisnya belum datang,” katanya dengan serius sambil memasukkan sayur mayur kedalam wadah saat ibu masih mengiris sosis. Maa syaa Allah nak, ibu hanya bisa tahan nafas (karena takut mengganggu imajinasimu) sambil merasa takjub dengan perkembanganmu. Juga saat teteh membagi makanannya dengan boneka bayi saat jam makan siang, ia “menyuapi” dulu bayinya baru setelahnya ia benar-benar makan, maa syaa Allah… barakallah duo shalihah ibu, Rabbi hablii minash shalihin, aamiin.

Anak-anak mulai bereksplorasi dengan lingkungannya, berkolaborasi dengan teman-temannya, juga bereksperimen dengan berbagai media bermain di sekitarnya. Nah, kali ini teteh dan kakak mencoba pengalaman barunya untuk mengikuti pentas seni di lingkungan sekitar rumah. Sudah satu bulan lebih gadis-gadis kecil ini mengikuti latihan menari lagu ‘Cinta Muhammadku’. Teteh dan kakak beserta tujuh teman lainnya membuat formasi tarian, satu sama lain saling melengkapi, berusaha membuat irama dan gerakan yang selaras. Hari demi hari terlalui dengan baik, meski ada beberapa kendala gerakan yang belum bisa sempurna, terbilang wajar diusia mereka yang masih balita. Tapi dengan beberapa kesalahan kecil dalam gerakan tersebut justru membuat tarian ini menjadi menggemaskan, lucu dan sangat menghibur.

Pentas Seni Islami GSR (08 Desember 2018)

Pentas Seni Islami GSR (08 Desember 2018)

Dan, hari H yang dinanti-nanti pun akhirnya tiba. Anak-anak terlihat antusias dan sangat menggebu untuk segera didandani pakai lipstik, pakai baju seragam tari dan lekas naik panggung. Mereka tak tahu kalau ibunya merasa tegang dan gugup (khawatir anak-anaknya lupa gerakan atau bahkan terlalu lincah sampai jatuh dari panggung, hiks) padahal mereka terlihat santai tanpa beban sedikitpun. Ibu berusaha tidak menularkan ketegangan dan kekhawatiran itu kepada anak-anak. Ibu berpura-pura ceria dengan terus menyemangati mereka, padahal semangat mereka memang sudah sangat menyala bahkan sejak sebelum hari H, dan ibu akan berusaha takkan pernah membuatnya padam.

Alhamdulillah pentas seni tari berhasil mereka lalui dengan lancar, percaya diri, ceria dan bahagia, membuat sang ibu merasa lega. Selesai menari anak-anak mendapatkan bingkisan makanan konsumsi, dan tiba-tiba anakku berkata “buu, aku mau naik panggung biar dapet hadiah ini (kotak konsumsi), kayak panggung waktu itu (Agustusan)”, hehehe ternyata salah satu motivasinya adalah ingin dapat kotak hadiah katanya, sebab waktu panggung Agustusan lalu anak-anakku belum berkesempatan untuk ikut pentas. Alhamdulillah dream came true yaa nak, barakallah… selamat sudah berhasil menaklukan panggung, mendapatkan kotak hadiah dan bikin ibu deg-degan, terharu sekaligus bangga luar biasa. Tetap semangat nak, terus berjuang untuk menggapai mimpi-mimpi selanjutnya… ibu love u both!

 

*ceklis pengamatan gaya belajar anak :

auditori : (v)

visual : (v)

kinestetik : (v)

 

#harike6

#Tantangan10hari

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

09
Des
18

Keseruan di Perpustakaan Membuat Anak Ketagihan

Jaman sekarang, banyak sekali fasilitas umum yang sangat mengedukasi baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Ya, perpustakaan! Adalah salah satu tempat yang sangat efektif untuk memfasilitasi anak-anak maupun orangtua untuk menambah wawasan dan pengetahuan sambil berwisata buku, bertemu teman baru, mengenal lingkungan baru dan menambah kecintaan terhadap dunia literasi.

Baru-baru ini kami membahas tentang keseruan kami ketika suatu hari pergi ke perpustakaan bertiga saja (ibu, kakak dan teteh, ayah hanya mengantar saat berangkatnya saja). Anak-anak meluapkan kesan-kesannya yang begitu menggebu saat kami berada di sebuah perpustakaan daerah (dispusipda) di bilangan sekelimus, kalau tidah macet hanya butuh waktu 5 menit dari perempatan Buahbatu kota Bandung. Teteh dan kakak menceritakan kebahagiaannya bertemu beberapa teman baru yang mereka lupa menanyakan namanya, tapi salah satu dari mereka kami mengingatnya, namanya Nay. Teteh dan kakak senang melihat banyak buku yang berderet rapi, berwarna-warni, beraneka ragam… mulai dari buku majalah, komik, buku stiker tempel, board book, pop up book, dan masih banyak lagi. Dan ada satu hal lagi yang membuat mereka sungguh berbinar, adalah keseruan bermain perosotan diantara ratusan buku yang berlimpah di area ruang baca anak. Meski sesekali sang ibu harus memberikan sinyal untuk mereka sedikit mengecilkan suara saat berlarian dan meluncur, sebab banyak teman-teman lain yang sedang asyik membaca buku yang khawatir terganggu.

Keseruan di Perpustakaan

Keseruan di Perpustakaan

“Bu, kapan kita ke perpustakaan lagi?”, kata gadis berambut ikal, “iya hayu bu, aku kangen teman baru, kemarin aku lupa belum nanyain namanya siapa”, ucap gadis satunya yang berambut lurus. Ibu mulai sering ditodong pertanyaan-pertanyaan serupa akhir-akhir ini, sebenarnya ibu juga memiliki perasaan yang sama dengan kalian nak, ibu rindu membaca komik donald duck sambil menunggui dua gadis kecil ibu bermain dan menjelajahi buku-buku. Segera kita jadwalkan nak, tapi ibu tak akan ucapkan janji ibu cukup ibu simpan dulu di hati. Sebab, engkau pasti akan terus menagih setiap detik jika ibu utarakan dalam waktu dekat bahwa kita akan kesana lagi, sebab anak-anak memang selalu penuh kejutan dan penuh rasa penasaran dengan berbagai hal. Ini lagi-lagi menjadi ladang latihan kesabaran bagi ibu, semoga ibu berhasil meguatkan kesabaran dengan tetap menjaga fitrah yang telah Allah anugerahkan kepadamu nak, aamiin.

Jadi, kapan kita ke perpustakaan lagi? Secepatnya ya nak, semoga Allah mudahkan segala sesuatunya, semoga kita selalu dalam maghfirah dan penjagaan-Nya, meski terkadang kita hanya bisa pergi bertiga tanpa ayah, karena ayah harus tetap berjuang dengan rutinitas pekerjaannya demi dua gadis kecil kesayangannya. Terimakasih sudah mau mencintai buku, terimakasih sudah menjadi anak-anak yang ceria – pelipur duka lara ayah dan ibu, jadilah duo shalihah kebanggaan kami, we love u more each day!

09 Desember 2018

 

*ceklis pengamatan gaya belajar anak :

auditori : (v)

visual : (v)

kinestetik : (v)

 

#harike5

#Tantangan10hari

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

 

07
Des
18

Saat Anak Berkenalan dengan Teknologi

Dulu saat ada keperluan harus membuka laptop, ibu harus sembunyi-sembunyi dan menunggu momentum yang pas agar tidak ada tangan-tangan kecil yang mengganggu. Kadang kala disaat anak-anak tidur, atau disaat weekend ketika anak-anak anteng bermain dengan ayahnya. Tapi kini ibu mulai terbuka, ibu mulai mau capek diserbu serangkaian pertanyaan dan diserang berbagai rasa penasaran anak terhadap teknologi (laptop). Ibu mulai membuka diri untuk mengenalkan tombol mana yang harus dipencet terlebih dahulu untuk menyalakan dan memulai, lalu langkah selanjutnya sampai kita siap untuk mengetik huruf, angka dan simbol-simbol.

Ibu membantu mereka membuka aplikasi microsoft word, memberikan mereka kertas kosong untuk diisi. Karena mereka kembar dan sebaya, ibu memberikan peraturan dan sebuah syarat jauh sebelum kegiatan ini dimulai agar tidak terjadi kericuhan saat belajar dimulai. Ibu mengeluarkan “jurus 5 menit”, dimana mereka harus bergantian per 5 menit sekali. Anak-anak setuju, karena jika tidak… latihan mengetiknya dibatalkan.

Kakak dan Teteh Belajar Mengetik di Laptop

Kakak dan Teteh Belajar Mengetik di Laptop

Awalnya mereka bergantian satu persatu, mulai mengetik huruf, angka dan simbol bebas yang mereka inginkan. Sampai akhirnya mereka tahu tombol yang mana untuk menghapus huruf dan angka-angka itu. Lama kelamaan, ibu memberikan tantangan untuk mengetik nama mereka sendiri. Dan ahamdulillah dengan sedikit bantuan teteh dan kakak berhasil menjalankan misi yang ibu tugaskan, karena sebelumnya mereka memang sudah hafal beberapa huruf abjad, terutama huruf-huruf yang membentuk nama mereka masing-masing.

Barakallah nak, kali ini kita selangkah maju belajar teknologi, belajar mengetik nama dan mengenal lebih dekat huruf, angka dan simbol dikomputer, juga berlatih kesabaran menunggu giliran (meski masih ada sesekali terjadi perdebatan antara kakak dan teteh saat menunggu giliran, hehehe). Rabbii hablii minash shalihin…

 

*ceklis pengamatan gaya belajar anak :

auditori : (v)

visual : (v)

kinestetik : (-)

 

#harike4

#Tantangan10hari

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

 




“Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, pebisnis dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku”. (Khairunnisa Mawar Biduri)

Menulis dan bercerita

Khairunnisa Mawar Biduri hanya ingin menyambungkan beberapa huruf menjadi kata, yang kemudian mengubahnya menjadi berderet bait-bait dan paragraf-paragraf sederhana yang mungkin tidak ada istimewanya. Semoga bisa memberikan manfaat dan keberkahan :) aamiin

bandar.sarung@yahoo.com

Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya

..Banyak Detik..

Januari 2019
S S R K J S M
« Des    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

..Arsip..

..Halaman..

..Kategori..

..Blog Stats..

  • 2.306 hits
Follow Ini Cerita Mawar🌷 on WordPress.com

..Top Posts & Halaman..

Iklan

Jejak Kreatifitas

Man saara 'ala darbi washala

Ini Cerita Mawar🌷

"Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku".

The Chakiman Journal .__.

"Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku".

STROBERI RAME RASANYA

"Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku".

:::godirangga:::

"Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku".

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

"Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku".

Herton Maridi

when you want more than you have, you think you need and when you think more than you want, you trought begin to bleed

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa

Kepada Puisi

"Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku".

Blog Oga Dialihkan ke www.yogazara.red

"Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku".

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia dan Lainnya

introzpector

hal sederhana yang luar biasa

Aroma Pagi

"Jika dulu cita-citaku ingin menjadi arsitek, jurnalis, seniman, dan banyak lagi. Sekarang cita-citaku hanya satu : menjadi ibu terbaik untuk anak-anakku".

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.